dvr cctv
Kenapa port forwarding dengan kartu seluler tidak bisa / tidak stabil (Indonesian)
kalo kita pake layanan yang IP Public-nya SHARED maka ya gak bisa di terapkan krn IP Public ada pada ISP yg membagi akses internet tsb…
Contohnya: coba bedakan layanan SMART yang IP-nya SHARED dan IP-nya dapat per-customer, tentu beda dech hasilnya…
...
kebetulan saya lg cari-cari kartu internet untuk CCTV yg dapat IP Publik dan nemu artikel ini, sip
Semua sudah sy coba kecuali Broom Kartu Flash dapat IP Publik dinamis, tapi port nya ya ampun…mbuka nutup dinamis jg, jadi kadang bisa di akses port nya kadang tidak (seringnya tidak bisa sih).
ciri-ciri kartu yg dapat
IP Publik bisa di cek 3 angka pertama IP yg didapat, kalau angkanya 010 (atau 10), bisa dipastikan itu IP private / IP internal yg tidak bisa digunakan untuk webserver atau diakses dari luar. kebanyakan kartu internet seluler menggunakan IP Private ini.
Kalau mas nathan menganjurkan menggunakan IP Publik dedicated (1 user dapat 1 IP Publik) tentunya masalah biaya yg akan muncul, pengalaman saya, provider yg jelas-jelas mencantumkan di webnya bahwa user dapat IP Publik hanyalah Smartfren Ultimate paskabayar dengan biaya langganan 275rb/bulan. selain itu IP Publik dedicated hanya ditawarkan oleh provider internet Speedy warnet keatas, IM2 corporate, dan lain-lain dengan biaya langganan yg sangat tinggi, karena jumlah IP Publik yg terbatas.
sebenarnya kalau kita pakai layanan DDNS gratis, tidak usah pakai IP Publik yg Dedicated, cukup IP Publik Dinamis saja, dengan catatan kalau pakai kartu internet hanya Flash dan Broom (yg baru akan saya coba) tapi kemungkinan besar port sulit ditebak buat diakses dari luar.
paling mudah kalau pakai speedy, bisa dipastikan semua paket dari yg paling murah dapat IP Publik walau DInamis dengan port yg selalu terbuka dan dapat diakses dari luar, dengan catatan tidak bisa mobile.
sumber: Membuat Personal WebServer DynDNS dgn IM2 Broom
---
Jika [device] kita memiliki pilihan UPnP (Universal Plug and Play), maka pilihan ini boleh dibuat Enable, karena ini akan mempermudah.
Konsekuensinya, menu UPnP pada router [...] pun harus buat Enable pula. Jika UPnP pada [device] dan router [...] sudah diaktifkan, maka berapapun nilai Port yang kita buat akan terbuka secara otomatis!
Catatan:
1. [IP contoh] adalah WAN IP dinamis dari operator pada saat itu, sedangkan 2048 adalah Port [device] kita yang kebetulan tidak diblokir oleh operator Telkomsel. Sementara, yang kami dapati pada operator 3 (Three), port 2048 dan port "favorit" lainnya terblokir. Terlepas dari faktor kebetulan atau tidak, inilah alasan kami mengapa memilih Telkomsel.
2. Kesimpulannya, beberapa Port tampaknya diblokir oleh operator seluler, sehingga untuk itu kita harus mencari angka-angka lain.
3. Anda bisa mencoba dengan beberapa angka Port lainnya jika mau, sampai mendapatkan Port yang terbuka.
Pengetesan port bisa dilakukan di sini
sumber: Access DVR via GSM Modem (Part-3)
Komentar
Posting Komentar